Senin, 03 Juni 2013

MEMAKNAI HIDUP DENGAN IMAN DAN AMAL SHALEH

Mengawali tulisan ini dengan sebuah cerita, ada seorang pengusaha yang kaya raya, beliau memiliki banyak saham, perusahaan yang ternama, rumah mewah, mobil mewah, memiliki tambang batu bara, dan timah. Dan setiap apa yang ia inginkan sangat mudah dan cepat untuk diraih. Walaupun kekayaannya begitu banyak dan setiap ia raih mudah di perolah, namun ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya yaitu ingin menikah lebih dari satu orang istri, dalam bahasa tenarnya poligami (menikahi 4 orang wanita).  Di dalam hatinya ia berbicara “selama ini apa yang aku inginkan selalu mudah kuraih, pasti aku mudah mendapatkan istri lebih dari 1 orang, aku ingin menikahi 4 orang istri”. Pada akhirnya keinginan sang pengusaha ini tercapai dengan sukses menikahi 4 orang istri, dan keempat istrinya ini hidup dengan rukun, dikarenakan masing-masing istri diberikan fasilitas materi. Namun masing-masing istri memiliki karakter yang jauh berbeda. Istri yang keempat selalu disayang karena apa yang diminta oleh istri keempat ini selalu diberikan oleh sang pengusaha, seperti meminta perhiasan yang paling mahal yaitu berlian langsung permintaanya itu di kabulkan, meminta mobil mewah, rumah mewah, kosmetik termahal, baju berharga mahal dan fasilitas secara jasadiah diberikan apa yang di minta oleh istri mudahnya ini, dikarenakan pengusaha ini sangat mencintainya. Istri yang ketiga berbeda pula dengan istri-istri yang lainnya, dia lah yang paling tercantik, kecantikannya itu tidak bisa tertandingi oleh apapun menurut sang pengusaha, kulitnya yang putih dan tubuhnya yang seksi serta suaranya yang merdu membuat pengusaha itu takut kehilangan istri ketiganya ini, bahkan jika pengusaha ini mati kelak dia berharap istrinya yang ketiga mendampinginya. Dan pengusaha ini sayangnya bukan main, dia sangat takut kehilangannya. Dikarenakan sang pengusaha ini mendapatkannya sangat sulit, bahkan dia rela mempertaruhkan nyawa dan meterinya untuk mendapatkan istrinya yang ketiga ini. Bahkan bila mendesak pengusaha ini menggunakan kemusrikan untuk meraihnya (dukun, atau paranormal). Istri yang kedua juga memiliki karakter yang berbeda pula dengan yang lainnya, dia adalah sosok wanita yang baik dimata suaminya. Karena setiap ada permasalahan yang menyangkut pribadi, maupun persoalan pekerjaan dan perusahaan, istri kedua ini selalu memberikan bantuan secara moril yaitu memberikan solusi, dan bahkan selalu menghibur tatkala suaminya mengalami masalah. Selanjutnya istri yang pertama alias istri tua selalu dibiarkan begitu saja, sampai kesehatan dan kebutuhan makannya tidak diberikan, hanya rumah saja yang diberikan. Kebutuhan material tidak diberikan apalagi kebutuhan ruhani juga tidak di penuhi oleh pengusaha ini. Karena pengusaha ini sudah tidak cinta dan sayang lagi dengan istri pertamanya.
Pada suatu ketika Tuhan berkehendak lain dengan pengusaha ini, tiba-tiba sang pengusaha yang kaya raya ini jatuh sakit. Dan pada akhirnya pihak rumah sakit melalui dokter rumah sakit yang menanganinya menjatuhkan ponis bahwa usia sang pengusaha yang kaya raya ini akan berahir 1 hari lagi. Mendengar hal ini sang pengusaha sontak lemas dan tak berdaya, pada akhirnya dia memanggil masing-masing isrinya. Istri yang keempat pertama sekali dipanggil oleh suaminya, terjadilah dialog “Wahai istriku hari ini dokter mengatakan padaku bahwa esok aku akan mati, diantara istri-istriku yang lain engkaulah yang selalu aku turuti permintaanmu dan kupenuhi segala keinginanmu dalam memenuhi kebutuhanmu, namun aku hari ini meminta sesuatu kepadamu. Kemudian istri yang keempat berkata : apa yang engkau inginkan wahai suamiku?pengusaha itu berkata : maukah engkau mendampingiku mati esok?istri keempat berkata secara sepontan : tidak bang, jika abang mau mati, mati aja sendiri, jangan mengajak-ajak aku, aku masih mudah dan hartaku banyak, aku akan menikmati harta yang kau berikan ini untuk bersenang-senang. Alangkah terkaget-kagetnya sang suami, seperti petir menyambar di siang hari. Kemudian pengusaha ini masih menaruh harapannya kepada istri yang ketiga, maka dipanggillah istri yang ketiganya itu. “Wahai istriku, diantara istri-istri yang lain engkaulah yang paling aku sayangi dan aku takut kehilanganmu, karena kecantikanmu dan keindahan tubuhmu sangat aku dambahkan, bahkan untuk mendapatkanmu aku sampai mempertaruhkan harga diri dan nyawaku. Kata dokter  abang akan mati esok, maukah engkau mendampingiku mati esok? Istri ketiga berkata dengan lantang : Tidak...!!!, aku ini masih mudah dan cantik bang, kalau abang mau mati, mati saja, jangan abang libatkan aku. Alangkah sakitnya hati sang pengusaha ini, seperti tersayat oleh sembilu. Karena dia berharap sekali bahwa istri yang paling disayanginya dan dikasihinya akan meninggalkannya ketika dia mati, padahal untuk mendapatkannya telah menguras habis seluruh daya dan kempuannya. Kemudian pengusaha ini tidak putus harapan, masih ada istrinya yang kedua, dia yakin bahwa istrinya yang kedua akan memenuhi permintaannya, karena istri yang kedua ini selalu menolongnya tatkala dia mengalami kesulitan atau persoalan dalam hidup. Dipanggillah istri yang keduanya, “Wahai istriku...! menurut dokter esok abang akan mati, diantara istri-istriku yang lain, engkaulah yang selalu menolongku dikala abang mempunyai masalah, baik itu masalah pribadi maupun pekerjaan, nah kali ini abang meminta tolong untuk yang terakhir kalinya kepadamu. Istri kedua menjawab : Apa yang bisa aku bantu bang?, pengusaha itu berkata : Tolong dampingi abg esok mati. Dengan bijaksana istrinya menjawab : abang kusayang!! Memang benar selama ini aku lah yang selalu membantumu tatkala engkau dalam kesulitan, namun kali ini aku tidak bisa membantumu mendapingi mati, tapi untuk menghantarkanmu sampai keliang lahat aku siap bang. Lagi-lagi sang pengusaha ini semakin tak berdaya, karena ketiga-tiga istrinya telah menolak untuk mendampinginya untuk mati. Namun tanpa disangka-sangkanya istri yang pertama menghampiri, walaupun istri yang pertama ini tidak dipanggil. Lalu istri yang pertama ini berkata dengan hati yang lurus dan Ikhlas, “ Wahai suamiku yang tercinta dan sayangku meliputi apapun untukmu, adinda siap bang mendampingimu dimanapun engkau berada, bahkan matipun aku sangat siap untuk selalu bersamamu”. Sang pengusaha yang kaya raya pun terkejutnya bukan main, selain senang dan menyesal telah mentelantarkannya selama ini. (sumber : Antonio, dkk. dalam bukunya Relasi dengan Tuhan).
Cerita diatas memiliki kandungan makna yang sangat luar biasa yang bisa dipetik didalamnya  dalam kehidupan ini. Karena manusia itu harus belajar dari apa yang dia lihat, yang dia rasakan dan dialaminya, karena setiap yang ada di bumi ini merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang harus dimaknai dalam setiap kehidupan. Di dalam alqur’an surat ali-imran ayat 190-191 Allah telah menjelaskan hal tersebut. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.
Makna dari perilaku istri yang keempat adalah tubuh atau jasmani ini, biasa manusia menyibukkan kehidupannya dengan memenuhi segala kebutuhan jasmaninya dan selalu menina bobokkan jasmani dengan kesenangan dunia, seperti membeli baju yang mahal, perhiasan yang mewah, rumah yang megah, mobil mewah dan bahkan kesenangan tubuh sampai dengan perawatan tubuh yang mahal. Kehidupan manusia selalu bermega-megahan dan bersenang-senang, dan pada akhirnya dengan kesenagan tersebut manusia selalu melalaikan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan bahkan kemewahan dunia selalu menimbulkan kesesatan dan kezaliman yaitu dengan menghalalkan segala macam cara untuk meraihnya. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (QS.At-takasur : 1-8). Padahal tubuh yang selalu dipenuhi dengan kebutuhan dan kemewahan akan meninggalkan manusia dalam menghadap Allah SWT, semuanya akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT. Tapi manusia banyak disibukkan dan dilalaikan oleh kepentingan jasmaninya. Dan manusia lupa bahwa jasmani yang selalu menyibukkan kita tidak pernah setia untuk mendapingi menghadap Allah dan bahkan akan meninggalkan kita. Inilah yang selalu diperjuangkan dalam hidup sampai-sampai melupakan sang maha pemilik kekayaan itu, tapi tatkala manusia itu kembali kepada Allah, baru menyesal terhadap apa yang sudah dilakukan didunia ini.
Selanjutnya makna istri yang ketiga adalah pangkat, jabatan, kedudukan dan kepemimpinan. Pangkat, jabatan, kedudukan dan kepemimpinan merupakan hal yang paling terindah dan teristimewa bagi kehidupan manusia. Untuk memperoleh dan mendapatkan terkadang menggunakan serta menghalalkan segala macam cara. Terkadang untuk memperolehnya manusia menyuap atau menyogok dengan uang dan bahkan dengan suap sex, hal ini cara yang paling efektif dalam melancarkan keinginannya untuk meraih pangkat, jabatan dan kedudukan. Padahal didalam islam mengajarkan yang menyuap dan yang disuap sama-sama akan dimasukkan kedalam api neraka jahannam (Hadis). Kemudian bila cara demikian tidak berhasil maka selanjutnya dengan menggunakan cara kemusrikan yaitu dengan datang kepada dukun dan paranormal, untuk memuluskan keinginannya. Sesungguhnya kemusyrikan itu adalah kezaliman yang sangat besar. (QS. Luqman : 13). Setelah keinginannya tercapai maka manusia bisanya enggan untuk meninggalkan jabatannya, bahkan harus mempertahankannya. Seperti ketika ada seseorang menjadi ketua Partai Politik, Ormas, Pimpinan Perusahanan, dan bahkan kepala daerah (Bupati, Wali Kota, Gubernur) atau presiden. Untuk mendapatkannya dengan berbagai macam cara, namun setelah di dapat tidak mau melepaskannya. Sebenarnya bila kita maknai bahwa jabatan, pangkat, jabatan dan kepemimpinan yang diperoleh dengan cara-cara yang zalim akan menghancurkan manusia tersebut dan bahkan pertanggung jawabannya selain didunia juga diakhirat. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.(QS. Al-Isra’ : 36). Pangkat, jabatan, kedudukan dan kepemimpinan tidak pernah dibawah ketika mati kelak, walaupun begitu susah payah diraih didunia ini pasti akan meninggalkan kita.
Makna istri yang kedua adalah dalam hidup ini keluarga. Keluarga dalam kehidupan selalu mendampingi kita, dan selalu memberikan bantuan dan pertolongan tatkala dalam kesulitan, baik itu permasalahan pribadi maupun dalam urusan pekerjaan. Namun keluarga tidak pernah mendampingi kita tatkala kematian itu datang. Kecuali anak yang dididik menjadi anak yang shaleh. Terputus amal anak adam kecuali 3 perkara yaitu ilmu yang bermanfaat, sadakah zariah, dan doa anak yang shaleh. (hadis). Kecintaan terhadap keluarga merupakan hal yang paling terpenting dalam hidup ini, namun kecintaan itu jangan sampai menjadi kita lalai dan kufur atas nikmat Allah. Karena keluarga juga bisa menjadi ujian, namun tatkala kita mampu membimbingnya kedalam jalan-Nya, maka akan menjadikan pahala yang besar baik itu di dunia dan akhirat. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahalayang besar (QS.At-taghobun : 15). Namun tatkala kita tidak mampu membawa kejalan-Nya, maka Allah SWT akan mengganjari kita neraka. Membimbing diri dan keluarga merupakan kewajiban yang mesti dipahami oleh setiap umat islam. Walaupun di dunia ini kita selalu memberikan fasilitas materi dengan baik dan mapan, tapi jangan sampai melupakan kehidupan yang abadi yaitu yaumil akhir. Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka (At-tahrim : 6).
Istri pertama memiliki makna dalam hidup adalah iman dan amal shaleh. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang beriman dan beramal sholeh, bahwa bagi mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Setiap kali mereka diberi rezeki dari buah-buahan di dalamnya, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu (di dunia)." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan baginya di dalamnya ada pasangan yang suci, serta mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqarah : 25). Iman dan amal shalehlah sebenarnya teman yang paling setia bagi kehidupan manusia baik itu di dunia terlebih-lebih di akhirat. Tanpa di minta pertolongan dengan sendirinya iman dan amal shalehlah yang akan menolong manusia dihadapan Allah. Namun terkadang manusia banyak meninggalkan iman dan amal shaleh. Kendatipun manusia dalam hidup didunia mapan dalam persoalan materi, akan tetapi kebanyakan manusia hidup mengkesampingkan kebutuhan iman dan amal shaleh. Kebutuhan iman yang diperlukan bagi manusia adalah mendatangi dan mendengarkan majelis pengajian, tadarus quran, majelis zikir dan  mengkaji ilmu-ilmu keagamaaan. Hal ini banyak sudah ditinggalkan oleh kebanyakan manusia, adapun pengajian, tadarus quran, majelis zikir dan kajian-kajian keagamaan diadakan sepi dari manusia. Malah manusia banyak memadati tempat-tepat keramaian dan hiburan yang sifatnya hanya kesenangan duniawi semata, seperti jalan-jalan ke-Mal, plaza, bioskop, supermarket, karoeke, diskotik, pub, pantai pijat, hotel dan bahkan sampai keluar negeri melakukan perjalanan untuk kepentingan dunia yang sesaat. Mereka lupa bahwa imanlah yang mampu menyelamatkan mereka dari siksa api neraka. Kemudian amal shaleh juga ditinggalkan oleh manusia, yang sejatinya amal shalehlah yang akan menjadikan penyelamat dalam kehidupannya kelak di akhirat. Banyak masjid-masjid yang dibangun dengan megah sepi dari jama’ah sholat. Banyaknya orang yang mampu dalam harta tidak mensedekahkan hartanya dijalan Allah, padahal harta yang dimiliki bisa menjadi ujian dan bahkan akan menjadi barah api yang akan membakar dirinya di akhirat kelak, apabila kita menyimpan-nyimpannya, tanpa memberikan hartanya itu kejalan Allah. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.(QS. At-Taubah : 35).

Untuk itu marilah kita pergunakan hidup ini dengan sebaik-baik mungkin dalam menjaga kualitas iman dan amal shaleh. Dengan cara memulai hidup dengan penuh keikhlasan dan kelapangan hati. Wallahu ‘alam
(Tulisan ini pernah di Muat di Harian Analisa Jumat 01 Februari 2013, pada halaman 32, Kolom Mimbar Islam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar