Mengawali
tulisan ini dengan sebuah cerita, ada seorang pengusaha yang kaya raya, beliau
memiliki banyak saham, perusahaan yang ternama, rumah mewah, mobil mewah,
memiliki tambang batu bara, dan timah. Dan setiap apa yang ia inginkan sangat
mudah dan cepat untuk diraih. Walaupun kekayaannya begitu banyak dan setiap ia
raih mudah di perolah, namun ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya yaitu ingin
menikah lebih dari satu orang istri, dalam bahasa tenarnya poligami (menikahi 4
orang wanita). Di dalam hatinya ia
berbicara “selama ini apa yang aku
inginkan selalu mudah kuraih, pasti aku mudah mendapatkan istri lebih dari 1
orang, aku ingin menikahi 4 orang istri”. Pada akhirnya keinginan sang
pengusaha ini tercapai dengan sukses menikahi 4 orang istri, dan keempat
istrinya ini hidup dengan rukun, dikarenakan masing-masing istri diberikan
fasilitas materi. Namun masing-masing istri memiliki karakter yang jauh berbeda.
Istri yang keempat selalu disayang karena apa yang diminta oleh istri keempat
ini selalu diberikan oleh sang pengusaha, seperti meminta perhiasan yang paling
mahal yaitu berlian langsung permintaanya itu di kabulkan, meminta mobil mewah,
rumah mewah, kosmetik termahal, baju berharga mahal dan fasilitas secara
jasadiah diberikan apa yang di minta oleh istri mudahnya ini, dikarenakan
pengusaha ini sangat mencintainya. Istri yang ketiga berbeda pula dengan
istri-istri yang lainnya, dia lah yang paling tercantik, kecantikannya itu
tidak bisa tertandingi oleh apapun menurut sang pengusaha, kulitnya yang putih
dan tubuhnya yang seksi serta suaranya yang merdu membuat pengusaha itu takut
kehilangan istri ketiganya ini, bahkan jika pengusaha ini mati kelak dia berharap
istrinya yang ketiga mendampinginya. Dan pengusaha ini sayangnya bukan main,
dia sangat takut kehilangannya. Dikarenakan sang pengusaha ini mendapatkannya
sangat sulit, bahkan dia rela mempertaruhkan nyawa dan meterinya untuk
mendapatkan istrinya yang ketiga ini. Bahkan bila mendesak pengusaha ini
menggunakan kemusrikan untuk meraihnya (dukun, atau paranormal). Istri yang
kedua juga memiliki karakter yang berbeda pula dengan yang lainnya, dia adalah
sosok wanita yang baik dimata suaminya. Karena setiap ada permasalahan yang
menyangkut pribadi, maupun persoalan pekerjaan dan perusahaan, istri kedua ini
selalu memberikan bantuan secara moril yaitu memberikan solusi, dan bahkan
selalu menghibur tatkala suaminya mengalami masalah. Selanjutnya istri yang pertama
alias istri tua selalu dibiarkan begitu saja, sampai kesehatan dan kebutuhan
makannya tidak diberikan, hanya rumah saja yang diberikan. Kebutuhan material
tidak diberikan apalagi kebutuhan ruhani juga tidak di penuhi oleh pengusaha
ini. Karena pengusaha ini sudah tidak cinta dan sayang lagi dengan istri
pertamanya.
Pada
suatu ketika Tuhan berkehendak lain dengan pengusaha ini, tiba-tiba sang
pengusaha yang kaya raya ini jatuh sakit. Dan pada akhirnya pihak rumah sakit
melalui dokter rumah sakit yang menanganinya menjatuhkan ponis bahwa usia sang
pengusaha yang kaya raya ini akan berahir 1 hari lagi. Mendengar hal ini sang
pengusaha sontak lemas dan tak berdaya, pada akhirnya dia memanggil
masing-masing isrinya. Istri yang keempat pertama sekali dipanggil oleh
suaminya, terjadilah dialog “Wahai
istriku hari ini dokter mengatakan padaku bahwa esok aku akan mati, diantara
istri-istriku yang lain engkaulah yang selalu aku turuti permintaanmu dan
kupenuhi segala keinginanmu dalam memenuhi kebutuhanmu, namun aku hari ini
meminta sesuatu kepadamu. Kemudian istri yang keempat berkata : apa yang engkau
inginkan wahai suamiku?pengusaha itu berkata : maukah engkau mendampingiku mati
esok?istri keempat berkata secara sepontan : tidak bang, jika abang mau mati,
mati aja sendiri, jangan mengajak-ajak aku, aku masih mudah dan hartaku banyak,
aku akan menikmati harta yang kau berikan ini untuk bersenang-senang.
Alangkah terkaget-kagetnya sang suami, seperti petir menyambar di siang hari.
Kemudian pengusaha ini masih menaruh harapannya kepada istri yang ketiga, maka
dipanggillah istri yang ketiganya itu. “Wahai
istriku, diantara istri-istri yang lain engkaulah yang paling aku sayangi dan
aku takut kehilanganmu, karena kecantikanmu dan keindahan tubuhmu sangat aku
dambahkan, bahkan untuk mendapatkanmu aku sampai mempertaruhkan harga diri dan
nyawaku. Kata dokter abang akan mati
esok, maukah engkau mendampingiku mati esok? Istri ketiga berkata dengan
lantang : Tidak...!!!, aku ini masih mudah dan cantik bang, kalau abang mau
mati, mati saja, jangan abang libatkan aku. Alangkah sakitnya hati sang
pengusaha ini, seperti tersayat oleh sembilu. Karena dia berharap sekali bahwa
istri yang paling disayanginya dan dikasihinya akan meninggalkannya ketika dia
mati, padahal untuk mendapatkannya telah menguras habis seluruh daya dan
kempuannya. Kemudian pengusaha ini tidak putus harapan, masih ada istrinya yang
kedua, dia yakin bahwa istrinya yang kedua akan memenuhi permintaannya, karena
istri yang kedua ini selalu menolongnya tatkala dia mengalami kesulitan atau
persoalan dalam hidup. Dipanggillah istri yang keduanya, “Wahai istriku...! menurut dokter esok abang akan mati, diantara
istri-istriku yang lain, engkaulah yang selalu menolongku dikala abang
mempunyai masalah, baik itu masalah pribadi maupun pekerjaan, nah kali ini
abang meminta tolong untuk yang terakhir kalinya kepadamu. Istri kedua menjawab
: Apa yang bisa aku bantu bang?, pengusaha itu berkata : Tolong dampingi abg
esok mati. Dengan bijaksana istrinya menjawab : abang kusayang!! Memang benar
selama ini aku lah yang selalu membantumu tatkala engkau dalam kesulitan, namun
kali ini aku tidak bisa membantumu mendapingi mati, tapi untuk menghantarkanmu
sampai keliang lahat aku siap bang. Lagi-lagi sang pengusaha ini semakin
tak berdaya, karena ketiga-tiga istrinya telah menolak untuk mendampinginya
untuk mati. Namun tanpa disangka-sangkanya istri yang pertama menghampiri,
walaupun istri yang pertama ini tidak dipanggil. Lalu istri yang pertama ini berkata
dengan hati yang lurus dan Ikhlas, “
Wahai suamiku yang tercinta dan sayangku meliputi apapun untukmu, adinda siap
bang mendampingimu dimanapun engkau berada, bahkan matipun aku sangat siap
untuk selalu bersamamu”. Sang pengusaha yang kaya raya pun terkejutnya
bukan main, selain senang dan menyesal telah mentelantarkannya selama ini.
(sumber : Antonio, dkk. dalam bukunya Relasi
dengan Tuhan).
Cerita
diatas memiliki kandungan makna yang sangat luar biasa yang bisa dipetik
didalamnya dalam kehidupan ini. Karena
manusia itu harus belajar dari apa yang dia lihat, yang dia rasakan dan
dialaminya, karena setiap yang ada di bumi ini merupakan tanda-tanda kekuasaan
Allah SWT yang harus dimaknai dalam setiap kehidupan. Di dalam alqur’an surat
ali-imran ayat 190-191 Allah telah menjelaskan hal tersebut. Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat
Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan
tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah
Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami
dari siksa neraka.
Makna dari perilaku
istri yang keempat adalah tubuh atau jasmani ini, biasa manusia menyibukkan
kehidupannya dengan memenuhi segala kebutuhan jasmaninya dan selalu menina
bobokkan jasmani dengan kesenangan dunia, seperti membeli baju yang mahal,
perhiasan yang mewah, rumah yang megah, mobil mewah dan bahkan kesenangan tubuh
sampai dengan perawatan tubuh yang mahal. Kehidupan manusia selalu
bermega-megahan dan bersenang-senang, dan pada akhirnya dengan kesenagan
tersebut manusia selalu melalaikan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dan
bahkan kemewahan dunia selalu menimbulkan kesesatan dan kezaliman yaitu dengan
menghalalkan segala macam cara untuk meraihnya. Bermegah-megahan telah
melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu
akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu,
jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, Niscaya kamu benar-benar
akan melihat neraka Jahim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul
yaqin. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang
kamu megah-megahkan di dunia itu). (QS.At-takasur
: 1-8). Padahal tubuh yang selalu dipenuhi dengan kebutuhan dan kemewahan akan
meninggalkan manusia dalam menghadap Allah SWT, semuanya akan dimintai
pertanggung jawaban oleh Allah SWT. Tapi manusia banyak disibukkan dan
dilalaikan oleh kepentingan jasmaninya. Dan manusia lupa bahwa jasmani yang
selalu menyibukkan kita tidak pernah setia untuk mendapingi menghadap Allah dan
bahkan akan meninggalkan kita. Inilah yang selalu diperjuangkan dalam hidup
sampai-sampai melupakan sang maha pemilik kekayaan itu, tapi tatkala manusia
itu kembali kepada Allah, baru menyesal terhadap apa yang sudah dilakukan
didunia ini.
Selanjutnya makna istri yang ketiga adalah pangkat, jabatan,
kedudukan dan kepemimpinan. Pangkat, jabatan, kedudukan dan kepemimpinan
merupakan hal yang paling terindah dan teristimewa bagi kehidupan manusia.
Untuk memperoleh dan mendapatkan terkadang menggunakan serta menghalalkan
segala macam cara. Terkadang untuk memperolehnya manusia menyuap atau menyogok
dengan uang dan bahkan dengan suap sex, hal ini cara yang paling efektif dalam
melancarkan keinginannya untuk meraih pangkat, jabatan dan kedudukan. Padahal
didalam islam mengajarkan yang menyuap dan yang disuap sama-sama akan
dimasukkan kedalam api neraka jahannam (Hadis). Kemudian bila cara demikian
tidak berhasil maka selanjutnya dengan menggunakan cara kemusrikan yaitu dengan
datang kepada dukun dan paranormal, untuk memuluskan keinginannya. Sesungguhnya kemusyrikan itu adalah
kezaliman yang sangat besar. (QS. Luqman : 13). Setelah keinginannya
tercapai maka manusia bisanya enggan untuk meninggalkan jabatannya, bahkan
harus mempertahankannya. Seperti ketika ada seseorang menjadi ketua Partai
Politik, Ormas, Pimpinan Perusahanan, dan bahkan kepala daerah (Bupati, Wali
Kota, Gubernur) atau presiden. Untuk mendapatkannya dengan berbagai macam cara,
namun setelah di dapat tidak mau melepaskannya. Sebenarnya bila kita maknai
bahwa jabatan, pangkat, jabatan dan kepemimpinan yang diperoleh dengan
cara-cara yang zalim akan menghancurkan manusia tersebut dan bahkan pertanggung
jawabannya selain didunia juga diakhirat. Sesungguhnya
pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan
jawabnya.(QS.
Al-Isra’ : 36). Pangkat, jabatan, kedudukan dan kepemimpinan tidak pernah
dibawah ketika mati kelak, walaupun begitu susah payah diraih didunia ini pasti
akan meninggalkan kita.
Makna
istri yang kedua adalah dalam hidup ini keluarga. Keluarga dalam kehidupan
selalu mendampingi kita, dan selalu memberikan bantuan dan pertolongan tatkala
dalam kesulitan, baik itu permasalahan pribadi maupun dalam urusan pekerjaan.
Namun keluarga tidak pernah mendampingi kita tatkala kematian itu datang.
Kecuali anak yang dididik menjadi anak yang shaleh. Terputus amal anak adam kecuali 3 perkara yaitu ilmu yang bermanfaat,
sadakah zariah, dan doa anak yang shaleh. (hadis). Kecintaan terhadap
keluarga merupakan hal yang paling terpenting dalam hidup ini, namun kecintaan
itu jangan sampai menjadi kita lalai dan kufur atas nikmat Allah. Karena
keluarga juga bisa menjadi ujian, namun tatkala kita mampu membimbingnya
kedalam jalan-Nya, maka akan menjadikan pahala yang besar baik itu di dunia dan
akhirat. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan
(bagimu): di sisi Allah-lah pahalayang besar (QS.At-taghobun : 15). Namun tatkala kita tidak mampu
membawa kejalan-Nya, maka Allah SWT akan mengganjari kita neraka. Membimbing
diri dan keluarga merupakan kewajiban yang mesti dipahami oleh setiap umat
islam. Walaupun di dunia ini kita selalu memberikan fasilitas materi dengan
baik dan mapan, tapi jangan sampai melupakan kehidupan yang abadi yaitu yaumil akhir. Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka (At-tahrim
: 6).
Istri pertama memiliki makna dalam hidup adalah
iman dan amal shaleh. Dan sampaikanlah berita
gembira kepada orang-orang beriman dan beramal sholeh, bahwa bagi mereka
(disediakan) surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Setiap kali
mereka diberi rezeki dari buah-buahan di dalamnya, mereka mengatakan:
"Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu (di dunia)." Mereka
diberi buah-buahan yang serupa dan baginya di dalamnya ada pasangan yang suci,
serta mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqarah : 25). Iman dan amal shalehlah
sebenarnya teman yang paling setia bagi kehidupan manusia baik itu di dunia
terlebih-lebih di akhirat. Tanpa di minta pertolongan dengan sendirinya iman
dan amal shalehlah yang akan menolong manusia dihadapan Allah. Namun terkadang
manusia banyak meninggalkan iman dan amal shaleh. Kendatipun manusia dalam
hidup didunia mapan dalam persoalan materi, akan tetapi kebanyakan manusia
hidup mengkesampingkan kebutuhan iman dan amal shaleh. Kebutuhan iman yang
diperlukan bagi manusia adalah mendatangi dan mendengarkan majelis pengajian,
tadarus quran, majelis zikir dan
mengkaji ilmu-ilmu keagamaaan. Hal ini banyak sudah ditinggalkan oleh
kebanyakan manusia, adapun pengajian, tadarus quran, majelis zikir dan
kajian-kajian keagamaan diadakan sepi dari manusia. Malah manusia banyak
memadati tempat-tepat keramaian dan hiburan yang sifatnya hanya kesenangan
duniawi semata, seperti jalan-jalan ke-Mal, plaza, bioskop, supermarket,
karoeke, diskotik, pub, pantai pijat, hotel dan bahkan sampai keluar negeri
melakukan perjalanan untuk kepentingan dunia yang sesaat. Mereka lupa bahwa
imanlah yang mampu menyelamatkan mereka dari siksa api neraka. Kemudian amal
shaleh juga ditinggalkan oleh manusia, yang sejatinya amal shalehlah yang akan
menjadikan penyelamat dalam kehidupannya kelak di akhirat. Banyak masjid-masjid
yang dibangun dengan megah sepi dari jama’ah sholat. Banyaknya orang yang mampu
dalam harta tidak mensedekahkan hartanya dijalan Allah, padahal harta yang
dimiliki bisa menjadi ujian dan bahkan akan menjadi barah api yang akan
membakar dirinya di akhirat kelak, apabila kita menyimpan-nyimpannya, tanpa
memberikan hartanya itu kejalan Allah. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu
dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan)
kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu
sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.(QS. At-Taubah : 35).
Untuk itu marilah kita pergunakan hidup ini dengan sebaik-baik
mungkin dalam menjaga kualitas iman dan amal shaleh. Dengan cara memulai hidup
dengan penuh keikhlasan dan kelapangan hati.
Wallahu ‘alam
(Tulisan ini pernah di Muat di Harian Analisa Jumat 01 Februari 2013, pada halaman 32, Kolom Mimbar Islam)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar