Penulis
: Winda Kustiawan, S.Sos.I, MA[*]
Hai
orang-orang yang beriman mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan
mengerjakan shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar (QS. 2 :
153).
Kesabaran merupakan kekuatan spiritual
yang sangat mendalam bagi orang-orang yang benar-benar lurus keimanannya
dijalan Allah. Dengan kesabaran sebenarnya segala bentuk persolan akan mudah
diatasi, karena kesabaran ini sebenarnya puncak dari nilai-nilai spiritual yang
sangat mendalam. Dan bentuk kesabaran pada dasarnya mampu meleburkan
nilai-nilai keserakahan dan egois dalam diri manusia. Tidak semua manusia memiliki
kesabaran yang baik, kecuali baginda Rasululah SAW. Ketika menyampaikan dakwah
islam ditengah-tengah masyarakat jahiliah, yang beliau dicaci maki, dilempar
kotoran, batu dan sampai-sampai akan dibunuh. Tanpa adanya kesabaran rasul
dalam mengatasi permasalahan itu mungkin dakwah rasul akan terhenti. Namun
karena beliau memiliki sifat kesabaran yang baik maka dakwah islam itu tetap
bertahan dan bahkan meluas serta dapat dinikmati sampai saat ini. Itu kesemua
merupakan nilai-nilai kesabaran yang dicerminkan Rasulullah.
Kembali kepada konteks kesabaran yang
harus tertanamkan oleh setiap muslim, sehingga akan membuahkan hasil yang baik
bagi diri maupun orang disekitarnya. Dalam tulisan kali ini saya mencoba
mengutarakan kesabaran yang akan memperkecil angka kematian, ini merupakan
sebuah fakta yang sangat luar biasa yang perlu diketahui. Sebenarnya kesabaran
yang ditanamkan rasulullah dengan menghasilkan islam berdiri kokoh di bumi
Allah ini, ada hal lain lagi yang bisa di ambil makna dalam kehidupan manusia
yaitu akan memperkecil kematian. Bila dalam sejarah perjalanan rasulullah, ketika
beliau berdakwah disuatu tempat, yang dimana beliau di cercah, dimaki,
dilempari dan diusir, sampai-sampai beliau terluka. Kemudian malaikat jibril datang,
sepontan jibril menaruh ibah kepadanya dan menawarkan kepada rasulullah “wahai
rasulullah akan aku angkat gunung uhud itu dan kutimpahkan gunung itu pada
mereka? Dan rasul berkata : jangan,
karena mereka tidak tahu apa yang aku sampaikan ini padanya, dan malah
rasul mendoakan mereka agar diberikan hidayah oleh Allah untuk memahaminya.
Inilah bentuk kesabaran yang membuahkan hasil memperkecil kematian manusia,
bisa saja bila rasul menghendakinya, namun karena sifat kesabaran itu di
dahulukan bukan emosional.
Dalam kehidupan ini banyak hal manusia
tidak pernah mendahulukan kesabaran, malah mendahulukan egoisnya. Contohnya
dapat kita lihat seperti berkendaraan, menurut salah satu media online melansir
bahwa di Indonesia pada tahun 2007 terdapat 24 juta kecelakaan lalu lintas
menyebabkan 37.000 kematian dan 2,7 juta cedera. Ini diakibatkan pengguna kendaraan
saling ingin mendahului antara satu kendaraan dengan kendaraan yang lain, baik
itu sepeda motor maupun mobil pribadi dan bus. Angka kematian yang begitu
tinggi dalam berkendaraan dapat dikurangi sebenarnya bila setiap orang yang
menggunkan kendaraan mampu mengkedepankan kesabaran, yaitu jangan
tergesah-gesah dalam berkendara, karena yang tergesah-gesah itu adalah
perbuatan setan. Memang dalam kehidupan ini manusia diburuh dengan waktu, baik
itu pergi bekerja dalam mencari nafkah, mudik pulang kampung sewaktu lebaran
tiba atau pun perjalanan biasa, sehingga setiap manusia memiliki kepentingan
masing-masing dalam menjalankan roda kehidupannya. Namun tidak lantas melupakan
nilai-nilai keselamatan bagi dirinya
terlebih terhadap orang lain. Sebagai umat islam yang beriman kepada Allah dan
Rasul sebenarnya telah diajarkan kepada rasul ketika akan keluar dari rumah dan berkendara harus dimulai dengan
menyebut nama Allah yaitu dengan kalimat basmalah, sesuai dengan hadis rasul “Setiap perbuataan yang tidak didahului
dengan Bismillah maka perbuatan tersebut ditolak”. Maka dengan memulai
segala aktifitas kehidupan dengan menyebut nama Allah, niscaya Allah akan
membimbing manusia tersebut dijalan-Nya terlebih bentuk-bentuk kesabaran dalam
hidup akan diberikan. Karena itu sudah janji Allah kepada orang-orang yang
sabar dalam hidupnya, firman Allah dalam surat al-baqarah ayat 153 diatas
menegaskan “sesungguhnya Allah bersama
orang-orang yang sabar”.
Kemudian bentuk kesabaran dalam menjaga
alam, alam bahagian dalam kehidupan manusia yang tak ternilai harganya, ketika
manusia mampu menjaga alam dengan baik maka alam akan bersahabat dengan
manusia, namun bila alam sudah dirusak dengan tangan-tangan manusia yang
serakah, tamak dan egois, maka alam akan tidak bersahabat dengan manusia.
Keserakahan dan keegoisan itu muncul karena manusia tidak mengkedepankan
nilai-nilai kesabaran dalam hidupnya. Seperti manusia merambah hutan dan
menjualnya kenegara luar dengan untung yang berlipat-lipat tanpa memandang
dampak yang dilakukannya. Gunung-gunung gundul tanpa adanya pohon-pohon besar,
dan akibatnya terjadi longsong dan banjir bandang. Seperti terjadi baru-baru ini di Agam
sumatera barat dan kerinci jambi, menelan banyak korban. Longsong yang terjadi
diakibatkan akar-akar pepohonan yang seyogyanya menopang tanah dan meresap air
tidak ada lagi, karena ulah tangan manusia serakah dan egois, mengakibatkan
mengambil korban manusia. Sebenarnya hal ini bisa tidak terjadi atau diperkecil
ketika manusia menjaga alam ini dengan baik. Firman Allah SWT : “Telah nampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan
karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka
sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali kejalan yang
benar (QS. 30 : 41). Informasi Allah diatas sangat jelas bahwa manusia
harus menjaga alam ini dengan baik, bukan malah merusaknya. Ketika alam ini
dirusak dengan secara bathil apalagi serakah dan egois maka azab Allah akan
ditimpahkan kepada siapa saja. Saat ini ibu kota yang dihebohkan dengan banjir,
sebanarnya salah satu sebab terbesarnya adalah pola manusia yang selalu
membuang sampah sembarangan, mencari alternatif mudah membuang sampah di
sungai, parit dan bahkan diselokan. Ini juga perilaku yang egois yang tidak
mengkedepankan kesabaran dengan baik, yang bisa mengakibatkan sebagian nyawa
orang lain hilang. Sebenarnya rasul
sudah mengingatkan kepada umatnya agar selalu menjaga kebersihan lingkungan,
agar terhindar dari bencana. “Kebersihan
itu sebahagian dari iman (hadis). Kuncinya adalah menjaga alam ini dengan
mengkedepankan nilai-nilai kesabaran dalam hidup, sehingga mampu memperkecil
angka kematian pada manusia.
Korupsi juga salah satu bentuk tindakan
dari perilaku manusia yang egois dan serakah, yang dapat mengakibatkan
penderitaan yang berkepanjangan dan bahkan kematian. Ketidak sabaran manusia
dalam menggapai keinginannya menjadi seorang pejabat atau politisi, terkadang
menghalalkan segala macam cara. Baik menyuap maupun mengambil yang bukan haknya
adalah sebagai alternatif yang mudah dalam mejalankan segala rencana kehidupan.
Tanpa memandang dampak negatifnya, dengan memperkaya diri sendiri, golongan,
atau partainya sendiri, tanpa mereka sadari akan menelan begitu banyak korban.
Banyak rakyat yang sengsara, kelaparan, kejahatan dimana-mana, konflik saudara
atau suku, pertikaian lahan dan bahkan sampai pembunuhan. Ketika keegoisan para
pemimpin atau pejabat ini tetap bertahan dan terjadi maka korban akan terus
berjatuhan. Maka sebenarnya untuk menghindarinya itu rasul telah mengajarkan
kepada kita akan bahayanya korupsi itu. “Menyuap
dan yang disuap sama-sama akan masuk kedalam api neraka (hadis). Ketika
hadis ini dijalankan dengan kesabaran niscaya bentuk kesengsaraan dan bahkan
kematian akan terhindar.
Saatnya kita sebagai orang-orang yang
beriman yang senantiasa memegang prinsip hidup berpegang teguh kepada tali
agama Allah yaitu berpedoman kepada al-quran dan hadis rasul harus menggunakan
prisnsip-prisnsip hidup dengan nilai-nilai kesabaran. Karena dengan menerapkan
prinsip kesabaran dalam hidup akan menyelamatkan manusia dunia dan akhirat, karena
kesabaranlah Allah akan selalu membimbing dan memberikan hidayah-Nya.
Wallahu’alam.
[*] Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Sumatera Utara
Medan, Tulisan ini juga pernah di Muat di Media Harian Analisa pada Jumat tanggal 15 Februari 2013, pada halaman 28, Kolom Artikel Islam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar