Senin, 11 Agustus 2014

Alquran Psikoterapi Terbaik Pasca Pemilu

Penulis : Winda Kustiawan, S.Sos.I, MA

Pesta akbar demokrasi pemilihan anggota legeslatif sudah diselenggarakan beberapa hari yang lalu. Sudah mulai terlihat siapa yang menjadi perwakilan rakyat baik itu di tingkat pusat maupun daerah, selain itu banyak juga yang masih belum mendapatkan kesempatan untuk menjadi wakil rakyat atau dengan kata lain gagal. Beberapa hari sebelum pemilihan penulis melakukan diskusi dengan beberapa teman yaitu menyikapi akan dibanjiri rumah sakit umum, psikiater, dan bahkan rumah sakit jiwa dengan pasien dari calon anggota legeslatif yang gagal dalam perebutan kursi bergensi itu akibat stres dan bahkan gangguan jiwa, tidak bermaksud menyinggung atau menggurui. Ini disebabkan karena para caleg sudah menggelontorkan uang yang tidak sedikit untuk dipergunakan kepentingan kampanye dalam menarik simpatik warga, dari dana untuk partai, makan-minum, transpot, dan alat peraga. Uang yang selama ini di dapat dari menabung bertahun-tahun, menjual tanah, rumah, mobil dan bahkan meminjam, habis begitu saja. Namun yang diharapkan tidak tercapai dengan baik alias gagal dalam kompetisi, inilah penyebab terjadinya stres dan bahkan gangguan jiwa. Tidak dipungkiri lagi bahwa dalam perebutan kursi wakil rakyat sangat mengahbiskan energi, pikiran dan terlebih materi yang tidak sedikit. Dalam hal inilah dibutuhkan psikoterapi pasca pemilihan umum 2014 ini bagi para calon anggota legeslatif yang gagal, menurut para ahli psikoterapi merupakan sebuah pengobatan melalui pikiran manusia, diakibatkan terjadinya gangguan psikis dengan menggunakan metode psikologis untuk menanggulangi gangguan sikap emosional. Yaitu dengan menggunakan modifikasi sikap, perilaku, pikiran dan emosi seseorang, sehing ga manusia itu dapat mengembalikan dirinya dalam mengatasi masalah psikis dan emosionalnya. Maka Islam jauh-jauh hari telah menawarkan psikoterapi terbaik yaitu alquran.
Membaca Alquran
Alquran selain sebagai kitab petunjuk bagi manusia untuk membedakan antara yang baik dan buruk (QS. 2 : 185) juga dapat dijadikan obat bagi manusia dalam terapi psikoterapi, lihat firman Allah “Hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. 10 : 57). Ini menunjukkan dengan sangat jelas bahwa dengan membacanya selain ibadah juga dapat mencegah diri dari penyakit hati dan bahkan dapat menyetabilkan emosional manusia. Hal ini juga pernah terjadi dan dialami langsung oleh sahabat nabi yaitu Umar bin Khattab sebelum masuk Islam. Ketika ia hendak membunuh nabi lantas niatnya di urungkan, pada akhirnya ia masuk Islam dan ia salah satu sabahat terbaik nabi dikarenakan hanya mendengarkan saudaranya membaca ayat alquran. Mendengarkan saja sudah sungguh luar biasa dahsyatnya, apalagi kita yang membacanya sendiri. Oleh karena itu sungguh sangat tepat-lah apabila kita sedang mengalami kegagalan, kekecewaan dan bahkan kesulitan maka kembali-lah dengan membaca alquran, mudah-mudahan Allah akan meneguhkan hati dan bahkan memuliakan kita baik di dunia terlebih di akhirat.
Tahajjud
Sepanjang kehidupan nabi Muhammad, beliau mengalami sakit hanya dua kali yaitu ketika menerima wahyu pertama dan ketika akan meninggal dunia. Salah satu amal yang dilakukan nabi yaitu shalat tahajjud setiap malamnya. Bahkan dalam sebuah riwayat mengatakan bahwa kaki nabi sampai memerah karena lamanya beliau menajalankan shalat tahajjud setip malamnya. Salah satu shalat sunnah yang langsung disebut Allah dalam alquran adalah shalat tahajjud. Perhatikan firman Allah “Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”. (QS. Al-Isra’ : 79). Ini menunjukkan bahwa kedudukan shalat tahajjud sangat luar biasa, yaitu akan di tempatkan kedalam surga bagi yang menjalankannya. Ketika nabi dalam keputusasahan dalam menyampaikan risalah Allah kepada masyarakat mekkah, muhammad selalu berselimut di tempat tidur, sehingga Allah menegur beliau agar bangkit dan menjalankan shalat ditengah malam. Untuk mendapatkan pengajaran dan ketetapan hatinya. Perhatikan firman Allah “Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat”. (QS. 73 : 1-5). Muhammad sebagai seorang nabi juga pernah mengalami kegalauan atau keputusasahan dalam hidup, apalagi kita sebagai manusia biasa dan umat nabi, seyogianya harus mengikut dan mencontoh nabi tatkala mengalami keputusasaan, kebutuhan, tekanan jiwa, kekurangan materi dan bahkan stres dalam hidup yaitu dengan perbanyak shalat tahajjud, agar Allah memuliakan kita dan memberikan hidayah.
Zikirullah
Mengingat Allah selain dapat mendekatkan diri kepada-Nya, juga dapat menenangkan jiwa yang sedang dirundung masalah sehingga hati akan menjadi tenang dan tentram. Lihat firman Allah “Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah dengan menyebut (nama-Nya) sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan para malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (keimanan). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman”. (QS. Al-Ahzab : 41-43). Dari keterangan ayat ini Allah menegaskan bahwa ketika manusia dalam kondisi kegelapan dalam menjalani kehidupan, terutama masalah tekanan hidup, dengan memperbanyak mengingat Allah akan diberikan jalan keluarnya, hal ini diberikan kepada orang yang beriman yaitu selalu istiqamah dalam menjalankan perintah-Nya. Tidak sulit bagi siapa saja apabila kita di hadapkan banyak masalah maka segera-lah mengingat Allah yaitu dengan menjaga shalat lima waktu, shalat sunnah, membaca alquran, berbuat kebaikan dengan menolong sesama dan menghindari perbuatan maksiat.
Penutup
Semoga dengan metode alquran sebagai psikoterapi dalam mengatasai dan mengobati penyakit mental seperti stres dan gangguan kejiwaan dapat menjadi solusi yang terbaik bagi siapa saja, tidak bermaksud untuk menyinggung yaitu terutama bagi para calon legeslatif yang masih belum mendapat keberuntungan menjadi wakil rakyat. Wallahu’alam.
*Penulis adalah Dosen Jurnalistik Radio, Televisi dan Film pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN SU.
Tulisan Ini telah diterbitkan oleh Harian Analisa pada Jum'at 11 April 2014, atau dapat melihat alamat dibawah ini :
http://analisadaily.com/news/read/alquran-psikoterapi-terbaik-pasca-pemilu/21031/2014/04/11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar